Senin, 05 Desember 2016

pengembangan bahan ajar untuk tingkat pemula



BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Bahasa arab adalah salah satu bahasa yang banyak diminati utuk dipelajari oleh orang-orang didunia terutamanya mereka yang beragama islam karena sumber ajaran islam menggunakan bahasa Arab.
Di Indonesia khususnya, pembelajaran bahasa arab menjadi mata pembelajaran yang dibebankan oleh pemerintah kepada lembaga sekolah .dimana tiap-tiaap lembaga mengajarkan bahasa arab secara bertahap yang dimulai dengan tingkat dasar, menengah lalu lanjutan. Masing-masing dari tingkatan memiliki ciri khas tersendiri dalam menyajikan pembelajarannya, seperti jumlah kosa kata yang didapat pada tingkat ibtida’iy atau tingkat dasar berbeda dengan tingkat mutaashit atau menengah.
Dengan demikian, untuk mencapai tujuan pembelajaran yang ditentukan, pendidik hendaklah menggunakan bahan ajar yang sesuai dengan tiap tingkatan agar dengan bahan ajar tadi pendidik mudah menyampaikan materi dan siswa mudah memahaminya.
Pada kesempatan kali ini, pemakalah akan menyajikan sebuah makalah tentang pengembangan bahan ajar untuk tingkat ibtida’iy. Disini akan dijelaskan tingkat mana yang disebut dengan ibtida’iy dan komponen apa yang harus diperhatikan dalam mengembangkan materi ajarnya serta contoh dari buku ajar yang sesuai dengan tingkat pemula.

B.     Rumusan masalah
1.      Apa yang dimaksud dengan pengembangan bahan ajar untuk tingkat pemula ? 
2.      Apa saja komponen yang harus diperhatikan dalam mengembangkan materi ajar bahasa arab pada tingkat pemula ? 
3.      Apa contoh dari buku ajar yang sesuai dengan tingkat pemula?

C.     Tujuan
1.      Untuk mengetahui maksud  pengembangan bahan ajar untuk tingkat pemula . 
2.      Untuk mengenal komponen-komponen  yang harus diperhatikan dalam mengembangkan materi ajar bahasa arab pada tingkat pemula . 
3.      Untuk mengetahuicontoh  buku ajar yang sesuai dengan tingkat pemula.

BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Pengembangan Bahan Ajar untuk Tingkat Ibtida’iy.
Pengembangan berasal dari kata “kembang” yang berarti bertambah sempurna. Kemudian mendapat imbuhan “pe” dan “an” sehingga menjadi “pengembangan” yang berarti proses mengembangkan. Jadi, pengembangan ini maksudnya adalah usaha sadar yang dilakukan untuk mencapai tujuan yang diinginkan agar lebih sempurna dari sebelumnya. 
 Bahan ajar menurut Abdul Majid adalah segala bentuk bahan baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis, informasi, alat, dan teks yang digunakan untuk membantu guru/instruktur dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran.[1] 
Tingkat Ibtida’iy atau tingkat pemula adalah tahapan awal yang dilalui oleh seorang pelajar bahasa Arab. Pada tahapan ini, pebelajar bahasa arabakan belajar menggunakan bahasa fusha atau bahasa resmi melalui common core dan pembelajaran bahasa Amiyah yang dihubungkan langsung dengan orang Arab.[2]
Jadi, pengembangan bahan ajar untuk tingkat ibtida’iy adalah tahapan dalam menciptakan bahan-bahan atau alat yang digunakan guru dalam melaksanakan proses pembelajaran agar  tujuan yang diinginkan lebih sempurna dari sebelumnya untuk pengajaran kepada peserta didik yang berada pada tingkat pemula.
Sebagaimana yang disinggung oleh makalah sebelumnya, bahwa pengembangan bahan ajar haruslah merujuk pada SK ( Standar Kompetensi ) dan KD ( Kompetensi Dasar ) yang telah ditetapkan agar tercapainya tujuan pembelajaran oleh peserta didik. Menurut SK dan KD dinyatakan bahwa ada empat kompetensi yang harus dicapai oleh peserta didik, yaitu : kemampuan mendengar (maharah istima’ ), kemampuan berbicara (maharah kalam), kemampuan membaca (maharah qira’ah) lalu kemampuan menulis ( maharah kitabah ).
Untuk tingkat ibtida’iy atau pemula ini dikhususkan kepada mereka yang mempelajari bahasa Arab di lembaga pendidikan pada tahap Madrasah Ibtidaiyah atau sekolah dasar selama tiga tahun.Sehingga pembelajaran bahasa Arab diempu oleh peserta didik dari kelas IV sampai VI MI. untuk Madrasah Mutawasshitah atau Sekolah Menengah Pertama ditempuh selama dua tahun pertama.Sedangkan untuk Madrasah Tsanawiyah atau Sekolah Menengah Atas dipelajari selama satu tahun begitu juga dengan tingkat Perguruan Tinggi yang mempelajari Bahasa Arab pada tingkatan pemula atau dasar selama satu semester atau satu tahun.
Jadi, tingkat pemula ini ditempuh oleh tiap lembaga pendidikan pada awal tingkatan dari masing-masing lembaga.Bukan hanya untuk tingkat sekolah dasar.[3]

B.     Komponen dalam Pengembangan Bahan Ajar Bahasa Arab untuk Tingkat Pemula.
Untuk tingkat pemula tahapan yang harus dijalani dalam pencapaian tujuan pembelajaran dimulai dengan istima’, kalam, qira’ah lalu kitabah. Namun, bahan ajar yang harus dikembangkan oleh guru hanya sebatas penerapan dengan unsur bahasa yang ringan dan lebih ditekankan pada pembelajaran penguasaan kosa kata yang sedikit jika dibandingkan dengan tingkat selanjutnya ; tingkat mutawashit dan tingkat mutaqaddim.
Tujuan dari pengembangan bahan ajar tingkat pemula ini adalah untuk mempersiapkan peserta didik untuk mampu menggunakan dan memakai kosa kata yang sederhana dengan bantuan gambar untuk menerangkan teks dan latihannya, sehingga dapat membantu pendidik menerangkan pembelajaran serta mempermudah peserta didik untuk memahaminya.Kosa kata yang diperoleh pada tahap inisekitar 450 kata baru yang sederhana dengan isytiqaq yang mudah dicapai peserta didik.
  1. Maharah istima’.
Adalah suatu pembelajaran yang bertujuan untuk menjadikan pebelajar mampu memahami konteks yang didengar olehnya. Maharah istima’ sangat ditekankan dalam pembelajaran bahasa arab pada tingkatan ini, upaya pengajarannya berkisar 40%. Pembelajaran istima’ ini menuntut agar siswa mampu mendengar dengan baik lalu mampu menirukannya dengan bunyi yang tepat.
Maharah istima’ ini menjadi pembelajaran pertama yang harus dipelajari oleh peserta didik.Karena manusia diberi kemampuan untuk mengingat dengan mendengar lebih besar dibandingkan dengan melihat saja.
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam mencapai ketrampilan mendengar diataranya : materi ajar yang dibuat dalam bahasa fusha yang standar, tidak menyepelekan unsur bunyi pada pembelajaran pertama, materi ajar yang dimulai dari kata yang bermakna lanjut ke kalimat, lebih dominan menggunakan kata yang fungsional.

2.      Maharah Kalam.
Adalah suatu pembelajaran yang bertujuan untuk menjadikan peserta didik mampu mengungkapkan apa yang ia kehendaki dengan pengkomunikasian melalui bahasa Arab. Maharah istima’ ini juga sangat ditekankan untuk tingkat pemula. Karena setelah ia belajar mendengar kalimat berbahasa arab maka selanjutnya ia harus mengungkapkannya dengan cara menirukan apa yang ia dengar dengan baik.
Jumlah persentase dari pembelajaran bahasa Arab dengan penguasaan maharah kalam pada tingkat ini juga berkisar 40%.Dalam penyusunan bahan ajar, kita haruslah memilih bahasa standar dengan pola-pola yang banyak terpakai dalam keseharian peserta didik yang berada pada tingkat pemula serta memamnfaatkan bahasa klasik yang masih terpakai dalam kehidupan kekinian kita.[4]
Untuk meningkatkan keterampilan berbicara ini, pembelajaran harus ditekankan pada hiwar atau dialog singkat agar pesera didik mampu memperkuat diri dengan berbagai ragam kalimat, ta’bir, lafaz, dan bunyi.Selain itu, perlu adanya latihan yang diulang-ulang agar peserta didik merasa terbiasa dengan pelafalan kata.

3.      Maharah qira’ah.
Adalah pembelajaran yang bertujuan untuk menjadikan peserta didik mampu memahami isi bacaan berupa teks tertulis.Teks bacaan dalam bahan ajar bertujuan untuk mengulang apa-apa yang ingin dipelajari oleh peserta didik. Untuk meningkatkan keterampilan membaca ini, peserta  pendidik dibiasakan membaca kalimat yang bermakan bukan kata-kata yang tidak fungsional.
Ada tiga tahapan dalam pembelajaran qira’ah ini yaitu :
a.       Latihan membaca lantang agar dapat menyebutkan dengan benar sesuai dengan makhraj dan sifat hurufnya.
b.      Membaca untuk memahami.
c.       Membaca cepat untuk tujuan kelancaran dalam mengikuti secara kontinyu apa yang dibaca.
Pada tingkat pemula ini, bahan ajar teks didukung oleh gambar dan pembelajaran mufradat juga dibantu oleh gambar agar pserta didik mudah menangkap apa maksud dari kata yang sedang dipelajari. Bahan ajar yang digunakan adalah bahan ajar yang bersifat visual. Pembelajaran qira’ah hanya dilakukan 15% dari seluruh kegiatan pembelajaran bahasa arab bagi tingkat pemula.[5]

4.      Maharah Kitabah.
Adalah pembelajaran yang bertujuan agar peserta didik mampu menuliskan apa yang ditujukan dengan bahasa arab yang sesuai dengan pencapaian tujuan yang sedang dipelajarinya.
Pada tingkat pemula, dibiasakan pengajaran tulisan indah terutama dengan penulisan naskh.Pada setiap latihan bunyi diakhiri dengan latihan menulis dengan mencatat huruf-huruf tertentu dalam kata-kata, kemudian menulis kata dalam kalimat, lalu menulis ayat-ayat alqur’an dan hadits. Namun, pembelajaran kitabah ini tidak boleh lebih dari 5% dari proses pembelajaran.[6]

5.      Pembelajaran Nahu.
Untuk pengajaran bahasa tingkat pemula, pembelajaran nahu diberikan secara fungsional tanpa melakukan kajian yang detail tentang seluk beluk kawaid nahwu, karena pembelajaran kaidah nahu yang mendalam untuk tingkat pemula adalah perbuatan mubazir dan menghabiskan banyak waktu jika target pembelajaran bahasa adalah maharah yang empat itu. Pendidik tidak menyampingkan pengajaran nahu namun ia tidak perlu mengajarkan kaidah nahu secara mendalam kepada peserta didiknya. Struktur kalimat yang diajarkan kurang dari seratus struktur dasar.          

C.    Contoh buku ajar bahasa arab untuk pemula.
1.      Silsilah arabiyah baina yadaik.
Merupakan buku pelajaran bahasa Arab yang diterbitkan oleh Arabiyah Lil Jami’ yang berpusat di Riyadh,Saudi Arabiya. Buku ini cukup praktis dan sistematis dengan metodologi moderen yang merangkum empat keterampilan bahasa sekaligus dalam setiap jilid dan marhalah.terdiri dari empat marhalah; Mubtadi’( pemula: 2 jiid), Mutawasith (menengah: 2 jiid), Mutaqodim (lanjutan:2 jiid) dan Mutamayyiz (mahir:2 jilid). 
2.      Durusul Lughah al-‘arabiyah
Buku yang di karang oleh Dr.V. Abdur Rahim ini merupakan buku panduan bahasa Arab yang di terbitkan oleh Universitas Islam Madinah.Buku ini terbilang buku lama namun cukup teruji efektifitasnya dalam mempermudah para pelajar memahami dasar-dasar bahasa Arab.Terdiri dari tiga jilid dengan tingkat kesulitan yang bervariasi sesuai marhalah.

3.      Silisilah Ta’lim al-Lugha al-‘Arabiyah
Silsiah ini diterbitkan oeh Universitas Imam Muhammad bin Su’ud Al Islamiyah dan diajarkan di ma’ahid cabang dari universitas tersebut dan ma’ahid lain semisal ma’ahid di yang berada di bawah naungan AMCF. Disusun untuk empat mustawa dan terdiri dari belasan judul seperti Nahwu, Shorf, Ta’bir, Qiro’ah, adab, baloghoh dan lain sebagainya

4.      Al Arobiyah Lin Naasyiin.
Merupakan sisilah yang ditulis oleh Mahmud ismail Shini dan merupakan salah satu buku yang telah disusun sacara sistematis dan mengedepankan pengembanagan empat kemampuan dasar bahasa yaitu maharotul kalam, kitabah, istima’dan qiroah. Terdiri dari 6 jiid dan telah banyak dijadikan bahan ajar baik secara intensif maupun non intensif di berbagai universitas dan Ma’ahid..

5.      Durusu Lughoh Al Arabiyah Gontor

Buku ini sudah bertahun-tahun dan turun temurun diajarkan di Kuliatul Mu’alimin Islamiyah (KMI) Pondok Modern Gontor dan pondok-pondok pesantren alumninya.Ditulis oleh Imam Zarkasi dan Imam Syubani dan diperuntukkan untuk para pemula dalam belajar bahasa Arab.[7]

BAB III
PENUTUP


A.    KESIMPULAN
pengembangan bahan ajar untuk tingkat ibtida’iy adalah tahapan dalam menciptakan bahan-bahan atau alat yang digunakan guru dalam melaksanakan proses pembelajaran agar  tujuan yang diinginkan lebih sempurna dari sebelumnya untuk pengajaran kepada peserta didik yang berada pada tingkat pemula.
Ada beberapa komponen yang harus diperhatikan dalam pembuatan bahan ajar bahasa Arab untuk tingkat pemula dengan melihat kepada komponen : maharah istima’, maharah kalam, maharah qira’ah, maharah kitabah dan penerapan kaidah nahu dalam bahasa Arab.


[1] Abdul Majid, Perencanaan pembelajaran (Bandung: PT.Remaja Rosda Karya, 2007) hal. 174
[2]File:///sri-kasih-pembelajaran-bahasa-arab-bagi-non-arab.mht
[3]Rusydi Ahmad Thu’aimah, ta’lim al’arabiyah lighairi nathiqina biha. (Mesir, 1989).Hal. 48
[4]Mahmud kamil naqah, Hal 32
[5]Rusydi Ahmad Thu’aimah,ibid. hal 48
[6]Ibid.
[7]FILE:///5 Buku Bahasa Arab Terbaik Untuk Pemula  Abi Muda.mht

Tidak ada komentar:

Posting Komentar