Senin, 05 Desember 2016

belajar dari kisah perpisahan nabi Ya'kub AS

saudaraku sekalian...
masih ingatkah dengan kisah sorang Rasul yang justru diuji dengan perpisahannya dengan anaknya yang tercinta yaitu ; kisah nabi Ya'kub dan nabi Yusuf AS ?
sebelum terjadi perpisahan dengan anak terkasih, beliau terlebih dahulu ditinggalkan oleh istrinya yang tercinta yaitu : Rahil (jika salah mohon dikoreksi) saat berjuang melahirkan waliyullah yang bernama Binyamin yang kita kenal sebagai adiknya nabi Yusuf As. Beliau masih mampu tabah dengan perpisahan di dunia ini, karena sadar bahwa sang istri bukanlah hak utuhnya untuk dimiliki, namun kita semua adalah hak miliknya Allah Sang Pemilik Segala.
tak sampai disini, nabi ya'kub harus menghadapi kecemburuan saudara nabi Yusuf yang iri terhadap segala perhatian beliau terhadap nabi Yusuf dan adiknya Binyamin. inilah pangkal perkara yang membuat nabi ya'kub harus berpisah dngan anaknya, Nabi Yusuf. saudara-saudara beliau membuang nabi yusuf ke sumur tua yang asin yang tak mungkin dilewati oleh para musafir untuk mengambil air sebagai bekal minuman saat di perjalanan. tak sampai disitu saja, saudara-saudara nabi yusuf membuat dara palsu yang berlumur di baju yang dipakai nabi yusuf saat bersama mereka sebagai bukti kegilaan serigala menerkam Yusuf kecil. tapi ini tak membuat  beliau percaya akan semua argumen yang telah dilontarkan.
fashabrun jamiil (kesabaran itu lebih baik bagiku terhadap perpisahan ini) itulah ungkapan yang meneguhkan beliau . Namun tetap saja, perpisahan ini tak dapat diterima karna bukti nyata tidak ada.
puluhan tahun beliau tersiksa oleh ratapan perpisahan ini. akhirnya pertemuanpun allah kehendaki diantara mereka menjadi pertemuan yang sangat berarti.
satu yang penting dari kisah ini !
kita belajar mengapa nabi Ya'kub dipisahkan dengan anaknya ?
Allah itu sangat cemburu terhadap hambaNya yang lebih memalingkan perhatian hamba tadi dariNya. maka kehendakNyalah membuat perpisahan agar hamba-hamba sadar bahwa yang patut dirindukan dan dicintai hanyalah Dia . 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar